08 Januari, 2009

KEMPO

KEMPO
KEMPO merupakan salah satu exstrakurikuler di MAN 2 TULUNGAGUNG. KEMPO ini memang belum lama lahirnya di MAN 2. Kempo di MAN 2 ini baru lahir pada tahun 2007 lalu tapi sekarang sudah dapat membondong piala2 dan prestasi di luar Tulungagung. Wah.... hebat bener ya..... Inilah asal usul kempo Kempo adalah nama generik untuk beberapa aliran Seni bela diri yang berasal dari Jepang dan banyak menggunakan permainan tangan. Jadi bukan nama satu aliran saja melainkan nama dari banyak aliran dan metode. Arti dari Kempo sendiri adalah beladiri dengan permainan tangan (didalam bahasa Mandarin disebut Quanfa). Adapun beberapa aliran Kempo yang terkenal di Jepang dan negara-negara Barat adalah: 1. Tenshin Koryu Kempo, seni beladiri yang sudah berusia ratusan tahun sejak sebelum jaman Tokugawa (Meiji Era). Guru besar terakhir dari aliran ini adalah Ueno Takashi. Beladiri Tenshin Koryu Kempo ini berasal dari kombinasi antara Jujutsu aliran Shinto Tenshin-ryu, teknik persenjataan dan tangan kosong Asayama Ichiden-ryu dan Shinto Muso-ryu dengan jurus Daken Taijutsu aliran Hontai Kijin Chosui-ryu Kukishinden Daken Taijutsu. Salah satu pewaris dari aliran ini adalah grandmaster Shoto Tanemura dari Genbukan Dojo 2. Nihon Kempo, seni beladiri modern hasil ciptaan Master Masaru Sawayama. Beladiri yang unik dan merupakan kombinasi teknik pukul-tendang dari Karate dengan teknik bantingan dan pergumulan dari Judo dan Jujutsu. Sekarang sudah menjadi sebuah olahraga yang diminati di berbagai negara. 3. Kosho-ryu Kempo, seni beladiri turun temurun dari keluarga Mitose. Grandmaster terakhir dari aliran ini adalah Masayoshi Mitose yang kemudian menurunkan ilmunya kepada murid-muridnya yang berkebangsaan Amerika. Sehingga aliran Kempo ini dikenal dengan nama American Kenpo Karate. 4. Shorinji Kempo, seni beladiri modern, diciptakan sesudah perang dunia ke 2 oleh So Doshin dengan menggabungkan antara beladiri Jepang dengan Kung fu dari China. Dari uraian diatas yang kita pakai di MANDUTA dan INDONESIA adalah kempo pada aliran SHORINJI KEMPO. Inilah sejarah kempo yang ada di Indonesia Konsekuensi yang harus dilaksanakan oleh pemerintah Jepang setelah kekalahannya pada Perang Dunia II kepada bangsa Indonesia adalah membayar Pampasan perang. Salah satu dari cara atau bentuk pembayaran pampasan itu, adalah sejak akhir 1959 pemerintah Jepang menerima mahasiswa Indonesia dan juga pemudanya belajar dan training di negeri tersebut. Maka, sejak itu secara bergelombang dari tahun ke tahun sampai tahun 1965, ratusan mahasiswa dan pemuda Indonesia mendapat kesempatan untuk belajar di Jepang. Dari jumlah tersebut tidak sedikit pula di antara mereka yang memanfaatkan waktu-waktu senggang dan liburnya untuk belajar dan memperdalam seni bela diri yang ada di Jepang. Dari mereka ini pula, akhirnya sekembalinya ke tanah air tidak saja menggondol ijazah menurut bidang study mereka, juga memperoleh tambahan, berupa penguasaan atas seni bela diri yang ada di Jepang, seperti: Karate, Judo, Ju Jit Su dan juga kempo. Pada tahun 1962, dalam suatu acara kesenian yang dipertunjukan mahasiswa Indonesia menyambut kunjungan tamu-tamu penting dari tanah airnya, seorang pemuda Indonesia bernama Utin Syahraz mendemonstrasikan kebolehannya bermain Kempo. Utin Syahraz tiba di Tokyo sekitar tahun 1960 sebagai Trainee Pampasan. Sebelumnya, ia adalah pegawai pada Departemen Pekerjaan Umum di Jakarta. Apa yang didemonstrasikan itu, akhirnya menarik minat pemuda dan mahasiswa Indonesia lainnya. Mereka antara lain, Indra Kartasasmita dan Ginandjar Kartasasmita serta beberapa lainnya yang datang kemudian ke Jepang. Dalam waktu-waktu luang dan libur, mereka memanfaatkan waktunya untuk datang langsung ke Pusat Shorinji Kempo di kota Tadotsu untuk menimba langsung seni bela diri tersebut dari Sihangnya. Pemuda-pemuda tersebut sadar, tidak ada lagi kebanggaan mereka, selain memberikan apa yang terbaik mereka terima di Jepang kepada pemuda-pemuda bangsanya sendiri sekembalinya ke tanah air. Hal tersebut tidak lain, untuk kejayaan bangsa dan negara mereka, agar tidak ketinggalan dengan bangsa-bangsa lain, tidak saja dalam ilmu pengetahuan, juga dalam olahraga. Untuk meneruskan warisan seni bela diri Shorinji Kempo, seperti apa yang mereka peroleh di Jepang kepada rekan-rekan senegaranya, ketiga pemuda, yakni Utin Syahraz, Indra Kartasasnita dan Ginandjar Kartasasmita bertekad melahirkan dan membentuk suatu wadah yang bernama PERKEMI (Persaudaraan Beladiri Kempo Indonesia). Wadah ini secara resmi dibentuk pada tanggal 2 Februari 1966. Dari hanya beberapa murid dan berlatih di teras rumah waktu itu, kini PERKEMI telah melahirkan ribuan Kenshi-kenshi yang tersebar di seluruh tanah air. Selain merupakan salah satu anggota Top Organisasi yang bernaung dalam wadah KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia). PERKEMI juga menjadi anggota penuh dari Federasi Kempo se-Dunia atau WSKO (World Shorinji Kempo Organization) yang berpusat di Kuil Shorinji Kempo di kota Tadotsu, Jepang. Nah itu adalah sejarah dimana lahirnya shorinji kempo yang ada di Dunia dan Indonesia. Sekarang kita akan mengulas Bagaimana Kempo bisa ada di MAN2?

Adanya Kempo di MAN2 karena ada salah satu guru dari MAN2 yang berprestasi di kejuaraan Nasional. Dan sudah beberapa kali memenangkan pertandingan. Sebelum menjadi Guru Kempo sebelumnya Beliau menjadi guru conversation yaitu DODIK PRAMONO. Seusai mengikuti pak Dodik ingin mengembangkan bela diri Kempo di kabupaten Tulungagung salah satu tempat yang digunakan sebagai pelatihan kempo adalah MAn 2 Tulungagung.
dari 2 tahun yang lalu kempo MAN2 Tulungagung sudah maju. dengan banyaknya minat dari siswa siswi MAN 2 dan banyak pula dari luar siswa siswi MAN2. Dari tahun pertama lahir Kempo MAN 2 sudah membuahkan hasil. Dengan mengikuti kejuaraan di Surabaya dan Malang yang membawakan banyak piala.
Tahun inipun kempo MAN 2 semakin berkembang dengan mengikuti kejuaraan daerah di malang mereka membondong juara umum

0 komentar: